UANG
"Gimana sekolah anak mu ?"
" baik , baik , malahan kemaren ia dapat penghargaan dari sekolahnya , tapi saya kasihan , kemaren dia tidak jadi ikut lomba , gara-gara tidak ada ongkos "
" kau beruntung kar , walaupun kita kerjanya cuma memulung , tapi anak kau dapat di banggakan lah , kau lihat itu anak ku , udah bapaknya miskin , anakna bandel lagi .."
" Ahh kau ini ,, tapi dipikir-pikir , ketika sekolah dulu kau juga bandel kan , suka bolos , pantas anak kau bandel , hehe"
" Ahh kau ini "
Sambil menambal atap yang bocor , saya mendengar ayah berbicara dengan temannya , aku adalah satu-satunya yang dapat dibanggakan oleh ayah , akulah yang membuat ayah tidak merasa gengsi berbicara dengan para warga komplek , yang merupakan rumah teman-teman sekolahku , mereka selalu memuji ayahku karena prestasi-prestasiku . tapi akhir-akhir ini ayah semakin sulit , fisiknya tidak lagi mendukungnya untuk bangun dini hari dan harus bekerja sampai larut malam lagi . Dengan sangat lembut ayah meminta maaf kepadaku . Ia tidak bisa lagi memberiku uang eribu rupiah stiap hari . Ayah telah memberiku uang seribu rupiah seja aku masuk SD , hingga sekarang aku sudah di SMA . Walaupun jauh dari cukup , namun aku sangat bangga menerima seribu sehar dari ayah , uang seribu itu merupakan waktu tidur ayahku dimalam hari , ini membuatku tak pernah terkantuk di pelajaran sejarah yang sangat membosankan , uang seribu itu adalah kerja keras ayahku seharian , membuatku tak pernah rela melepas juara satu dikelas . Aku sangat mencintai ayahku . Aku sangat ingin membantu keluargaku . Aku tak ingin terus terbelit kemiskinan ini , Aku tak tega lagi ayah terbatuk-batuk bangun di pagi hari .
Suatu hari aku memperhatikan teman-teman yang berkumpul di sudut kelas , tak biasanya mereka ada di kelas pada saat istirahat . Kemudian aku mendekat . Seorang teman sedang berbiacara . Sambil memperlihatkan sebuah hitung-hitungan ia berbicara . Sesekali ia tersenyum , terlihat manik warna-warni di giginya . Aku mendengar iamengulang ulang yang dibicarakannya . Ia berhasil mendapatkan uang jutaan rupiah hanya dengan modal dua ratus ribu . Kemudian tak ada lagi yang dapat kumengerti dari pembicaraannya . Sesekali aku menangkap kata-kata seperti profit , downline , aku tidak mengerti . Melihat aku tercengang , ia menghampiriku , kemudian ia memberiku sebuah buku , ia menyuruhku membacanya , supaya lebih mengerti katanya .
" Atau kau berikan saja uang dua ratus ribu kepadaku , nanti kubantu kau , kau tenang saja , nanti kau akan dapatkan uang jutaan rupiah , mudahkan ?"
Aku sangat tidak percaya , pada awalnya . Mana mungkin uang dua ratus ribu bisa menjadi uang jutaan rupiah . Kemudian ia memperlihatkan orang-orang yang telah sukses ikut program itu . orang-orang sukses itu dulunya adalah orang-orang susah , tukang becak , satpam . Disana ada foto mereka disamping mobil baru nya . Perlahan aku mulai percaya . Aku yakin ini adalah jalan bagiku untuk keluar dari kemiskinan . Aku yakin akan mendapatkan kehidupan baru setelah ini .
Setelah mengetahui harapan dari seorang teman itu , minggu ini hari-hari ku ku isi dengan mencari botol plastik di sekitar sekolah , kemudian pada malam hari aku menjual gorengan keliling kampung , kemudian bekerja di peternakan ayam di hari minggu , membersihkan kotoran ribuan ayam . Sekolahku sedikit terganggu akibat kerjaku . Tapi aku yakin aku akan mendapatkan kekayaan sesudah ini . Mungkin esok aku tak lagi memerlukan sekolah ku .
Setiap hari aku terus berusaha mencari jalan untuk menambah uangku hingga dua ratus ribu , sesekali aku harus merelakan sekolah ku , untuk ikut berdagang dengan seorang bapak yang kukenal di pasar .
hasil kerja kerasku selam dua minggu menghasilkan searus ribu rupiah . Aku ingin segera menyerahkan uang dua ratus ribu itu secepatnya . Aku tidak ingin menyiakan kesempatan ini . Kata orang kesempatan tidak datang dua kali . Aku teringat akan beasiswa yang seharusnya aku terima dua bulan yang lalu . Beasiswa itu tak ku dapat karena belum mebayar uang administrasi .
Aku berhasilkan mengumpulkan dua ratus ribu ! Pagi ini pergi ke sekolah dengan sangat bersemangat , seakan akan menyonsong kehidupan baru , kehidupan yang lebih sejahtera , seperti iklan para caleg .Aku akan membelikan ayah sebuah hadiah , sebuah radio . Ayah selalu kesepian di malam hari . kemudian aku akan membeli handphone , sudah lama aku menjadi satu-satunya yang tidak punya Hp di sekolah .
" Hai , bagaimana , sudah terkumpul uangnya ?"
"O , ya , ini baru terkumpul kemaren , masih dua ratus ribu kan ? "
" O tentu , aku tak mau menyusahkan mu "
Kemudian ia memberiku sebuah map berisi sebuah kartu , sertifikat , dan buku berisi cerita-cerita orang sukses .
" Ini bukti kau ikut program ini , juga bukti kalau kau dapat uang "
" Kira-kira berapa lam ya bisa dapat satu juta ? "
" itu bergantung pada pasar , kira-kira dua bulan , kau sabar saja ya "
" Terimakasih teman , kau sangat membantuku "
" Kita memang harus saling membantu "
Kemudian ia tersenyum , aku juga tersenyum . Hari ini aku membayangkan segalasesuatu yang akan kulakukan jika menjadi kaya kelak . Aku benar-benar bahagia . Ternyata sangat mudah mendapatkan uang di negara ini .
Dan saat aku menulis ini, aku menyesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar