Selasa, 29 November 2011

Melihat lebih dekat urang awak di Perantauan, Institut Teknologi Bandung


Sore ini ada sesuatu yang berbeda di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), terlihat  sekumpulan mahasiswa yang melakukan latihan tarian minang , mereka adalah calon anggota unit kesenian minang(UKM) itb, mereka rutin melakukan latihan seni tradisional setiap hari selasa dan jumat. Latihan tari ini adalah rangkaian acara proses penerimaan anggota baru(PPAB) UKM. Selain berlatih tari, tujuan utama dari acara ini adalah untuk menyatukan mahasiswa-mahasiswa “sakampuang”. UKM telah menjadi pemersatu para mahasiswa dari Sumatra Barat di rantau , bandung . Tahun ini tercatat lebih dari dua ratus mahasiswa baru yang bergabung dengan UKM . Mereka berasal dari berbagai  latar belakang , ada yang memang dari sumatra barat , ada yang keturunan minang yang lama di rantau , sehingga tetap melongo saat gurauan khas minang membuat yang lainnya terbahak-bahak , juga ada yang sama sekali tidak ada hubungan dengan minang yang tertarik untuk belajar seni minang .
Tidak heran lagi ketika  berjalan di kampus ITB kita mendengar percakapan dalam bahasa minang . Bahasa minang menjadi satu dari sekian bahasa  yang banyak digunakan di kampus ITB selain bahasa sunda , bahasa jawa , dan tentunya bahas indonesia. Jumlah “urang awak “ di kampus yang berlambang gajah ini setiap tahunnya terus meningkat . Hal ini terntu menunjukkan bahwa urang awak mulai mampu bersaing secara nasional . Selain banyaknya orang minang yang berkuliah di ITB, Ternyata orang minang juga memegang banyak peran dalam organisasi kampus, Sebut saja Aditya yang dipercaya menjadi Mentri Advokasi dalam kabinet Keluarga Mahasiswa ITB, organisasi yang menaungi seluruh mahasiswa ITB , yang di perguruan tinggi lain lebih dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa. Selain itu juga ada Yatrizal, mahasiswa teknik fisika ini pernah dipercaya menjadi presiden Asrama Bumi Ganesha ITB.
Sebenarnya tak ada yang perlu dicemaskan oangtua ketika melepas anaknya untuk kuliah di pulau jawa, khususnya bandung, karena sudah banyak organisasi perantau yang akan menjadi tempat mengadu bagi para mahasiswa .Biasanya organisasi-organisasi berbasis daerah rutin mengadakan kegiatan bertemakan adat . Sehingga suasana akan selalu terjaga selama menuntut ilmu .
Mendengar kata bandung , kebanyakan orangtua tentu cemas dengan pergaulan bebas , hura-hura dan sisi kehidupan kota besar yang negatif. Namun semua itu tentunya dapat di elakkan dengan banyaknya kegiatan kampus yang positif . Saat ini saja tercatat puluhan unit kegiatan mahasiswa di ITB . Unit-unit tersebut terbagi menjadi unit keagamaan, unit kajian, unit olahraga, unit kesenian. Sehingga mahasiswa akan mempunyai kegiatan positif diluar kegiatan akademik. Mahasiswa dapat memilih kegiatan sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga kegiatan ini juga menghasilkan prestasi.
            Nah sekararng tunggu apa lagi ? Untuk teman-teman yang akan meninggalkan bangku SMA , persiapkan dirimu untuk hadir di Institut Terbaik Bangsa , ITB .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar